Jangan Lupa, 5 Jenis Cek Lab Ibu Hamil yang Penting untuk Anda!

Penulis: Fadila Nur’aini, S.Tr.Keb
Ibu Hamil sedang berkonsultasi (Dok.Freepik/DCStudio)


Pemeriksaan laboratorium pada ibu hamil merupakan standar dalam pemeriksaan kehamilan. Jika saat ini Anda hamil, maka pastikan Anda sudah mendapatkan pemeriksaan laboratorium di fasilitas pelayanan kesehatan tempat Anda periksa. Tanyakan kepada tenaga kesehatan mengenai hasil dan penjelasannya.

Jika hasilnya ada yang tidak normal, maka Anda perlu mendiskusikannya dengan bidan atau dokter. Salah satu upaya pencegahan terhadap komplikasi adalah memenuhi kebutuhan nutrisi harian dengan makan dan minum yang sehat dan alami. Sebagai pelengkap, konsumsi suplemen multivitamin dan mineral dari Bundavin. Yuk ketahui 5 cek lab ibu hamil yang penting untuk Anda lakukan!

1. Pemeriksaan golongan darah
Cek lab ibu hamil untuk mengetahui golongan darah sangatlah penting. Pemeriksaan golongan darah pada ibu hamil tidak hanya untuk mengetahui jenis golongan darah saja. Ini bertujuan untuk mempersiapkan calon pendonor darah yang sewaktu-waktu diperlukan apabila terjadi situasi kegawatdaruratan.

2. Pemeriksaan kadar Hemoglobin darah
Pemeriksaan kadar hemoglobin darah ibu hamil dilakukan minimal sekali pada trimester pertama dan ketiga. Pemeriksaan ini ditujukan untuk mengetahui anemia atau tidak selama kehamilan. Anemia dapat memengaruhi proses tumbuh kembang janin dalam kandungan
dan berisiko mengalami perdarahan saat persalinan. Pemeriksaan kadar hemoglobin darah ibu hamil pada trimester kedua dapat dilakukan atas indikasi.

3. Pemeriksaan protein dalam urine
Pemeriksaan protein dalam urine pada ibu hamil dilakukan pada trimester kedua dan ketiga atas indikasi. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui adanya protein dalam urine. Proteinuria merupakan salah satu indikator terjadinya preeklampsia pada ibu hamil.

4. Pemeriksaan kadar gula darah
Ibu hamil yang dicurigai menderita diabetes melitus perlu diperiksa kadar gula darah minimal satu kali pada tiap trimester. Pemeriksaan ini juga penting bagi ibu yang kegemukan atau memiliki anak lebih dari dua. Di luar itu, pemeriksaan tetap dilakukan pada usia kehamilan 24 minggu karena hormon-hormon tertentu dari plasenta menyebabkan resistensi insulin yang membuat kadar gula cenderung naik.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui risiko diabetes gestasional yaitu naiknya kadar gula darah pada ibu hamil yang umumnya akan kembali normal setelah melahirkan. Diabetes gestasional menyebabkan ukuran bayi terlalu besar, polihidramnion (terlalu banyak ketuban), prematur (lahir sebelum usia 37 minggu) dan preeklampsia. Ini juga berdampak pada turunnya kadar gula darah pada bayi baru lahir dan kuning pada bayi.

5. Pemeriksaan triple eliminasi
Triple eliminasi adalah program oleh Kemenkes RI untuk menanggulangi penularan HIV, sifilis dan hepatitis B pada ibu hamil kepada bayinya. Pemeriksaan ini baiknya dilakukan bahkan sebelum ibu menikah atau sebelum merencanakan kehamilan yang dilakukan kepada kedua pasangan. Namun, bagi ibu yang sudah terlanjur hamil, pemeriksaan ini wajib dilakukan pada awal kehamilan.